Pendidikan Agama Perlu Reformulasi dan Aktualisasi
By : Admin | 27 January 2012
&w(500))
Saat ini perlu reformulasi dan aktualisasi bidang pendidikan terutama yang bernuansa agama sehingga ke depan ranah sosial lebih memperhatikan kesehatan rohani. Aktualisasi bidang pendidikan untuk membentengi anak agar ke depan memperoleh pemahaman yang kuat.
Pendidikan Agama Perlu Reformulasi dan Aktualisasi
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai dewasa ini moralitas dan spiritualitas bangsa Indonesia semakin merosot dan memprihatinkan. Bahkan tata krama di kalangan pelajar juga semakin dirasakan menurun.
Misalnya ada sekelompok orang mengatasnamakan demokrasi mengabaikan hak orang lain dan atas nama HAM, sekelompok orang menuntut adanya kebebasan berpasangan hidup.
Nasaruddin mengatakan hal itu saat menjadi keynote speaker seminar Refleksi Reformulasi Pendidikan Islam dalam Konteks Kemajemukan Sosial, di Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Menurut dia, saat ini perlu reformulasi dan aktualisasi bidang pendidikan terutama yang bernuansa agama sehingga ke depan ranah sosial lebih memperhatikan kesehatan rohani.
"Terlalu banyak yang ingin diketahui namun tak bisa dipecahkan dengan akal karena banyak yang mengabaikan etika dan agama. Karena itu, perlu bangsa ini perlu solusi dari pendidikan agama," kata Nasaruddin seperti di laman Suara Karya Online.
Ia menjelaskan aktualisasi bidang pendidikan untuk membentengi anak agar ke depan memperoleh pemahaman yang kuat. Pendidikan agama kini dirasakan semakin penting namun pertanyaannya, pendidikan yang bagaimana bentuknya. "Hal ini tidak mudah dilakukan," katanya.
Mantan Dirjen Bimas Kemenag ini menegaskan, Islam memiliki ajaran yang universal. Ajaran tersebut tak hanya harus diwujudkan dalam lingkungan pendidikan Islam seperti di pondok pesantren tetapi juga dapat dilaksanakan sampai tingkat universitas.
Ia mengingatkan bahwa membicarakan agama bukan berarti bicara masa lampau, tapi di dalamnya banyak nilai universal yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia meminta pendidikan agama jangan hanya sebatas mengetahui tetapi juga pada penghayatan, dirasakan dan diamalkan. "Itu intinya. Kita belajar agama bukan untuk lulus dengan nilai rapor tinggi, tapi ukurannya tidak di situ. Bagaimana interaksi dengan lingkungan hidup dan lainnya," ujarnya.
Menurut dia, idealnya pendidikan dan ajaran agama jangan berjarak dengan pemeluknya. Ajaran agama seyogyanya semakin mendekatkan dengan umatnya. Ajaran agama dan pemeluknya harus menyatu, paling tidak berdekatan.
Nasaruddin mengharapkan pemeluk agama dimana pun berada selalu tetap relijius. "Dekat dengan agama yang dianutnya. Tidak semua melihat orang lain beda, kita sendiri yang benar. Diri harus pada posisi yang menggenggam agama. Kemana pun kita pergi kita mengakui adanya kebenaran. Agama mengajak semua pihak untuk membawa kebaikan," katanya.
Jur. Akhwani Subkhi
Tanggapan Comments (0)"Penerimaan mahasiswa baru jangan diskriminatif, ta.....
By : Admin | 22-02-2012
Keberadaan server BlackBerry tersebut untuk mendapatkan .....
By : Admin | 22-02-2012
Seringkali hukum dipermainkan oleh aparat penegak hukum,.....
By : Admin | 22-02-2012
Gagasan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 19.....
By : Admin | 22-02-2012
“Pokok pemikiran pedoman telah dilengkapi dengan .....
By : Admin | 22-02-2012
Berkaitan dengan maraknya kekerasan yang dilakukan oleh.....
By : Admin | 22-02-2012
.
By : Admin | 07-02-2012


&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
