Guru Harus Menjaga Independensi
By : Admin | 27 January 2012
&w(500))
Para guru jangan terjebak pada kepentingan kelompok, apalagi menjadi partisan kelompok tertentu. Bila guru tak dapat menjaga independensi akan merugikan dan cenderung melecehkan profesi guru.
Guru Harus Menjaga Independensi
Para guru harus tetap konsistenmempertahankan independensi, selain terus meningkatkan profesionalitas. Sikap tersebut akan mendorong mereka terus menjalankan perannya sebagai pendidik yang bertanggung jawab mencetak generasi unggul.
Pendapat itu dikatakan Ketua DPR RI Marzuki Alie ketika sambutan Pembukaan Konferensi Kerja Nasional IV PGRI masa Bakti XX tahun 2008-2013, di Savoy Homan, Bandung, Kamis (26/1/2012).
Konferensi ini dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara, Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo, dan Ketua PGRI Jawa Barat Edi Permadi.
Dalam kesempatan itu, Marzuki meminta para guru jangan terjebak pada kepentingan kelompok, apalagi menjadi partisan kelompok tertentu. Bila guru tak dapat menjaga independensi akan merugikan dan cenderung melecehkan profesi guru.
Menurutnya dengan guru menjaga independensi dan profesionalitas tinggi, maka menjadikan guru berpikir jernih, dan mengedepankan kepentingan pembangunan dunia pendidikan nasional. Sebab hanya dengan pendidikan yang maju, mampu mengubah suatu bangsa tertinggal menjadi unggul.
"Jika ada pelaksanaan pilkada, guru hendaknya pada posisi independen. Dan, saya ingatkan agar jangan ada pihak-pihak tertentu yang menyeret para guru menjadi partisan atau memolitisasi untuk kepentingan kelompok tertentu. Para guru hendakanya berpikir jernih dengan memilih pemimpin atau kepala daerah yang peduli atau berpihak pada dunia pendidikan dan masa depan guru," katanya seperti dilansir Kompas.com.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, guru merupakan pihak kedua yang layak dihormati setelah orangtua. Penghormatan itu tak berlebihan karena tugas dan peran mereka mulia sebagai pihak yang bertanggung jawab menghasilkan generasi unggul.
"Kaisar Hirohito saat siuman dari pingsan akibat ledakan bom atom Perang Dunia II, yang pertama diucapkan adalah soal keberadaan para guru. Kaisar Jepang itu menanyakan berapa jumlah guru yang tersisa.
Hal itu menunjukkan bahwa untuk membangun kembali bangsa Jepang yang hancur, Kaisar membutuhkan para guru. Karena hanya oleh guru, maka hadir generasi yang mampu membangun masa depan yang lebih baik," kata Heryawan.
Jur. Akhwani Subkhi
Tanggapan Comments (0)"Penerimaan mahasiswa baru jangan diskriminatif, ta.....
By : Admin | 22-02-2012
Keberadaan server BlackBerry tersebut untuk mendapatkan .....
By : Admin | 22-02-2012
Seringkali hukum dipermainkan oleh aparat penegak hukum,.....
By : Admin | 22-02-2012
Gagasan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 19.....
By : Admin | 22-02-2012
“Pokok pemikiran pedoman telah dilengkapi dengan .....
By : Admin | 22-02-2012
Berkaitan dengan maraknya kekerasan yang dilakukan oleh.....
By : Admin | 22-02-2012
.
By : Admin | 07-02-2012


&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
