Pemuda Terlibat Terorisme, Ini Faktornya
By : Admin | 26 January 2012
&w(500))
Ada tiga faktor yang menyebabkan pemuda terpelajar terlibat jaringan terorisme yaitu tiadanya pendidikan agama di masa kecil, kekurangan uang, dan terjebak.
Pemuda Terlibat Terorisme, Ini Faktornya
Beberapa anak muda telah masuk dalam jaringan terorisme di Indonesia. Di antara mereka ada yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi. Bahkan mereka rela menjadi pelaku aksi serangan terorisme. Meski usia mereka relatif muda namun sudah berani melakukan aksi nekat dengan cara bom bunuh diri.
Menurut dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Jamhari Makruf, keterlibatan pemuda menjadi anggota kelompok jaringan teroris dikarenakan tiga faktor.
"Faktor pertama adalah tiadanya pendidikan agama di masa kecil, yang kedua karena kekurangan uang, dan yang ketiga karena terjebak," kata Jamhari di Jakarta, Rabu (25/1/2012), seperti dilansir Metrotvnews.com.
Jamhari menjelaskan pemuda terpelajar dari latar belakang ekonomi mapan banyak dipengaruhi faktor pertama. Menurutnya, mereka sesungguhnya pintar, berasal dari keluarga baik-baik dan relatif kaya. Namun mereka tidak pernah mendapat pendidikan agama di masa kecil sehingga ajaran pertama yang masuk di kepala mereka itulah yang membekas.
Mantan Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, mengatakan saat ini ajaran radikal dan terorisme telah merasuk wilayah kampus dan sekolah-sekolah menengah, dan ideologi aliran keras itulah yang pertama kali diterima oleh anak-anak muda.
"Faktor kedua, yaitu kekurangan biaya hidup (bukan kemiskinan), sebagian besar mempengaruhi mahasiswa yang berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah dan jauh dari orang tua," kata Jamhuri. Ia menjelaskan anggota kelompok teroris menawarkan berbagai macam bantuan keuangan seperti tempat tinggal gratis atau murah kepada mahasiswa yang kekurangan biaya hidup. Pemberian tawaran tersebut membuat mahasiswa merasa berhutang budi sehingga ketika diajak untuk masuk ke jaringan teroris ataupun radikal, mereka tidak bisa menolak.
Menurut dia faktor terakhir pemuda terpelajar masuk ke jaringan terorisme dan kelompok radikal, yaitu karena terjebak, banyak terjadi pada pemuda kelas menengah yang pada mulanya tidak tahu soal terorisme.
"Mereka pada mulanya menjalin hubungan khusus dengan anggota jaringan teroris, berpacaran misalnya, dan kemudian jika ingin meneruskan hubungan tersebut ke tingkat lebih lanjut, para pemuda ini dipaksa menjadi anggota jaringan teroris," kata dia.
Ia menegaskan bahwa para pemuda yang terjebak ini yang berbahaya karena mereka bisa melakukan apa saja untuk mempertahankan hubungan dengan anggota jaringan teroris.
Jur. Akhwani Subkhi
Tanggapan Comments (0)"Penerimaan mahasiswa baru jangan diskriminatif, ta.....
By : Admin | 22-02-2012
Keberadaan server BlackBerry tersebut untuk mendapatkan .....
By : Admin | 22-02-2012
Seringkali hukum dipermainkan oleh aparat penegak hukum,.....
By : Admin | 22-02-2012
Gagasan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 19.....
By : Admin | 22-02-2012
“Pokok pemikiran pedoman telah dilengkapi dengan .....
By : Admin | 22-02-2012
Berkaitan dengan maraknya kekerasan yang dilakukan oleh.....
By : Admin | 22-02-2012
.
By : Admin | 07-02-2012

&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
&w(50))
